Hukum mengharamkan sesuatu yang dihalalkan Allah Ta’ala

2009 Februari 7
tags:
by salafysidoarjo

لا يجوز للمسلم أن يكره ما لم يكره الله

Tidak boleh bagi seorang muslim membenci sesuatu yang Allah tidak membencinya

ترك المباح تقربا إلى الله عز وجل هل يعتبر من البدع الشركية أم لا؟ حيث يوجد أناس يلتزمون ذلك ويرون أنه من الورع وقد يطلقون التحريم أو الكراهة على بعض الأشياء المباح بلا دليل ولا برهان ومن ثم يجتنبونها وقد يعادون ويخاصمون من أجل ذلك. أرجو التوضيح بارك الله فيهم . ع - ص - القصيم -.

Apakah meninggalkan sesuatu yang mubah dengan maksud mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla bisa dikatakan telah melakukan bid’ah sirkiyah atau tidak ? yang mana hal ini telah dijumpai pada sebagian manusia mewajibkan pada diri mereka hal tersebut dan mereka memandang apa yang mereka lakukan itu semata-mata untuk bersikap waro’ dan sungguh mereka mengharamkan atau memakruhkan pada sebagian barang-barang yang mubah dengan tanpa dalil dan burhan karena itu mereka menjauhinya dan alasan seperti itu mereka ulangi dalam setiap perdebatan. Saya mengharapkan penjelasan ….baarokallahu fiihim.

لا يجوز للمسلم أن يحرم ما أحل الله ولا أن يكره ما لم يكره الله ولا أن يحل ما حرم الله لقول الله سبحانه: وَلا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ الآية. وقال سبحانه : قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ، فجعل سبحانه في هذه الآية الكريمة القول عليه بغير علم فوق مرتبة الشرك لما يترتب عليه من الفساد العظيم.
وأخبر سبحانه في آية أخرى من سورة البقرة أن ذلك من أمر الشيطان حيث قال سبحانه يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلالًا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَن تَقُولُوا عَلَى اللَّه مَا لا تَعْلَمُون.
أما ترك المباحات تقربا إلى الله سبحانه ليستعين بذلك على طاعة الله ورسوله من غير أن يحرم ذلك على نفسه أو على الناس كترك الملابس الرفيعة بعض الأحيان تواضعا وحذرا من الكبر وكسرا للنفس عما يخشى عليها من الفخر والخيلاء والتكبر على الناس فهذا شيء لا بأس به ويؤجر عليه إن شاء الله.

Tidak boleh bagi seorang muslim mengharamkan apa yang Allah halalkan dan membenci sesuatu yang Allah tidak membencinya dan tidak boleh juga menghalalkan apa yang Allah telah haramkan, sebagaimana firman Allah Ta’ala : {“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.”}[Surah an-Nahl : 116], dan firmanya : {Katakanlah: “Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”} pada ayat yang mulia ini Allah Ta’ala menempatkan perkataan semacam itu sebagai tingkatan diatas syirik karena akan mengakibatkan kerusakan yang besar. Dan Allah Ta’ala juga mengabarkan didalam ayatnya yang lain yaitu didalam surat al-Baqoroh bahwa hal semacam itu sebagai perbuatan syaitan, Allah Ta’ala berfirman : {Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.}[al-Baqoroh:168-169] .

Adapun meninggalkan hal-hal yang mubah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah tanpa mengharamkan pada dirinya ataupun kepada manusia seperti meninggalkan pakaian-pakaian yang bagus pada satu kesempatan agar lebih tawadu’ dan waspada dari kesombongan dan takut muncul pada jiwanya rasa bangga diri atas manusia maka hal seperti ini tidak mengapa bahkan berpahala insya Allah…..

al-Faqir Juned as-Sidarjy

مجموع فتاوى ومقالات متنوعة الجزء الرابع

http://www.binbaz.org.sa/mat/57

Belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS