Hukum wasiat dan perincianya
هل الوصية واجبة وما نصها الشرعي
Apakah berwasiat itu wajib hukumnya dan apakah ada nash syar’i yang menjelaskan ?
الأخت التي رمزت لاسمها بـ: نوره. م. من الرياض تقول في سؤالها: هل كتابة الوصية واجبة، وهل يلزم لها شهود؟ وحيث إنني لا أعرف النص الشرعي أرجو إرشادي إليه جزاكم الله خيرا؟
Sebuah pertanyaan dari seorang wanita yang tidak menyebutkan namanya berasal dari kota riyad :
“Apakah menulis wasiat itu wajib dan apakah harus ada saksi yang menyertainya ? Dalam hal ini saya tidak mengetahui adanya nash syar’i, Untuk itu saya mengharapkan penjelasan…jaza kumullahu khoiron ?
تكتب الوصية حسب الصيغة التالية: أنا فلان بن فلان أو فلانة بنت فلان أوصي بأنني أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأن محمدا عبده ورسوله، وأن عيسى عبد الله ورسوله، وكلمته ألقاها إلى مريم وروح منه، وأن الجنة حق والنار حق، وأن الساعة آتية لا ريب فيها، وأن الله يبعث من في القبور. وأوصي من تركت من أهلي وذريتي وسائر أقاربي بتقوى الله وإصلاح ذات البين وطاعة الله ورسوله، والتواصي بالحق والصبر عليه، وأوصيهم بمثل ما أوصى به إبراهيم عليه السلام بنيه ويعقوب:{يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} ثم يذكر ما يرغب أن يوصي به من ثلث ماله أو أقل من ذلك أو مال معين لا يزيد على الثلث، ويبين مصارفه الشرعية، ويذكر الوكيل على ذلك
Ditulis wasiat itu sesuai bentuk berikut : “Saya fulan bin fulan atau fulanah binti fulan mewasiatkan Sesungguhnya saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah semata tidak ada sekutu baginya, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba dan rosulnya, dan bahwasanya ‘Isa adalah hamba dan rosulnya, dan kalimatnya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh dariNya, dan bahwasanya surga itu benar adanya dan neraka itu juga benar adanya, dan bahwasnya hari kiamat itu pasti datang yaitu suatu hari yang tidak ada keraguan padanya, dan bahwasanya Allah akan membangkitkan manusia setelah matinya dan saya berwasiat kepada keluargaku, anak-cucuku, seluruh karib-kerabatku hendaknya kalian bertaqwa kepada Allah, perbaikilah hubungan kekeluargaan dan selalu mentaati Allah dan rosulnya, saling nasehat menasehatilah kalian dalam kebenaran dan bersabar atasnya, dan aku wasiatkan kepada kalian dengan wasiat sebagaimana wasiatnya Ibrohim ‘alaihis salam kepada anak-anaknya, demikian pula ya’kub. {Ibrahim berkata: “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam”.}[Surah Al-Baqoroh : 132]. Kemudian menyebutkan apa yang di sukainya dan hendaknya mewasiatkan sepertiga dari hartanya atau kurang dari itu dan tidak boleh lebih dari sepertiga, dan menjelaskan perincian hartanya secara syar’i dan menunjuk seorang wakil untuk mengurusinya.”
والوصية ليست واجبة بل مستحبة إذا أحب أن يوصي بشيء لما ثبت في الصحيحين عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: ((ما حق امرئ مسلم له شيء يريد أن يوصي فيه يبيت ليلتين إلا ووصيته مكتوبة عنده)) لكن إذا كانت عليه ديون أو حقوق ليس عليها وثائق تثبتها لأهلها وجب عليه أن يوصي بها حتى لا تضيع حقوق الناس، وينبغي أن يشهد على وصيته شاهدين عدلين وأن يحررها لدى من يوثق بتحريره من أهل العلم حتى يعتمد عليها، ولا ينبغي أن يكتفي بخطه فقط؛ لأنه قد يشتبه خطه على الناس وقد لا يتيسر من يعرفه من الثقات.
Dan wasiat itu tidaklah wajib tetapi mustahab/disukai, jika dia mau maka hendaknya dia mewasiatkan dengan sesuatu yang telah tsabit dari Rosulullah sallallahu’alaihiwasallam sebagaimana di sebutkan dalam shahih Bukhori dan muslim dari Ibnu Umar radiyallahu’anhuma dari Nabi sallallahu’alaihiwasallam sesungguhnya beliau telah bersabda : “Tidak ada hak seorang muslim yang mempunyai suatu barang yang diwasiatkan, yang bermalam dua malam, kecuali wasiatnya itu ditulis (disaksikan) di sisinya.” akan tetapi apabila ada padanya hutang atau hak-hak seseorang yang belum terlunasi olehnya tetapi tidak ada bukti yang menguatkan pada pihak keluarga maka wajib atas orang yang berwasiat untuk menjelaskan perkara tersebut sehingga hak orang-orang tidak diabaikan, dan seharusnya ada 2 orang saksi yang adil yang menyaksikan dan hendaknya diperiksa kembali hal tersebut oleh orang yang bisa dipercaya dari kalangan ahli ilmu sampai perkaranya benar-benar jelas. Dan tidak seyogyanya merasa cukup dengan hasil pemeriksaan pihak intern saja, karena sesungguhnya tidak ada pada sisi mereka orang yang bisa dipercaya, bila demikian maka kebenaranya diragukan oleh manusia….
والله ولي التوفيق
dan Allah maha pemberi taufiq.
Sumber = http://www.binbaz.org.sa/mat/1846#_ftn1
مجموع فتاوى ومقالات متنوعة الجزء الخامس
al-faqir Juned as-Sidarjy

